Kamis, 11 Agustus 2011

RESENSI BUKU


Judul Buku      : Bhagawadgita
Hikmah Kearifan Hidup Anak Manusia
Penulis             : S. Radhakrishnan
Penerjemah      : Yudhi Murtanto
Editor              : Abdul Aziz Sukarno, dkk.,
Penerbit           : IRCiSoD
Cetakan           : Pertama, 2009
Tebal               : 240 hal

Mata Kuliah    : Misticysm Philosophy
Oleh                : Eneng Humaeroh
                          Filsafat, Smt 2
  Islamic College Jakarta, 2011


Tentang Bhagawadgita

Bhagawadgita, dianggap sebagai kitab suci oleh umat Hindu di India selama berabad-abad, kitab yang merupakan ajaran kehidupan dan kebijaksanaan yang menceritakan kearifan sikap seorang Arjuna dalam menghadapi peperangan melawan saudaranya sendiri.
Gita bukan merupakan suatu karya esoteric melainkan puisi popular yang membantu pengembaraan di wilayah yang jamak dan berubah-ubah. Ajaran Gita terjadi sebagai tradisi yang lahir dari kehidupan religius, universal serta prinsip-prinsip keyakinan yang didasarkan pada fakta, ilmiah dan imajinasi logis.Gita mempersatukan semua kisah awal dan formulasi elemen yang hidup dalam kehidupan dan pikiran agama Hindu menjadi satu kesatuan organik. Ia adalah presentasi kitab-kitab Upanisad dan formulasi filsafat dalam sutra.
Secara eksplisit bhagawadgita tidak diketahui siapa pencipta kitab ini sebelumnya. Namun berabad-abad digunakan sebagai kitab-kitab Upanisad, kitab ini cukup logis dicerna para pembaca, dan dapat dijadikan referensi suatu sikap kebijaksanaan dan sifat-sifat Ilahi jiwa manusia, kitab ini memuat tentang kiah pertemburan jiwa yang saling bertentangan, jiwa yang saling menguasai antara kebaikan dan keburukan, kesedihan dan kesenangan serta penguasaan diri terhadap diri sehingga diri dapat menguasai sifat-sifat buruk yang selalu berjuang mengalahkan kebaikan.
Bhagawadgita, diterjemahkan dalam berbagai bahasa, dan mampu menyampaikan isi pesan yang pada dasarnya tidak satupun karya terjemahan yang mampu mengungkapkan pesan sesungguhnya yakni keluhuran budi dan berkat Gita yang orisinil. Sehingga beberapa teks tetap diungkapkan secara orisinil lagu dan frasenya agar  nuansa Gita tetap utuh. Buku ini juga dilengkapi dengan esai pengantar, catatan-catatan penunjang   penguat pesan Gita, serta keaslian teks sansekerta, dengan begitu orisinalitas Gita tetap terasa.


Bhagawadgita,  dan Pesan Ajaran kitab

 Bhagawadgita mengajarkan tentang jiwa-jiwa yang lepas dari keinginan-keinginan atau kedunguan; kebutaan sepiritual. Akar keinginan (avidya) adalah hasrat atau nafsu pada keyakinan yang dungu, kemandirian yang menghubungkannya dengan realitas, membuat hidup tak bisa menghindari pemuasan keinginan (fana) belenggu itu mengikat dan jalan pembebasan dirai adalah kebijaksaan (avidya). Kebenaran abadi, teguh tidak memihak, cinta, abadi, keindahan kesucian yang diperjuangan oleh keluhuran budi, sifat-sifat ini dikombinasikan Tuhan dalam dirinya sendiri. Gita menempatkan dualisme purusa (diri) dengan prakrti (non diri). Diri adalah entitas permanen, unik, integral, prinsip murni dan memerangi dirinya, non diri (prakrti) adalah prisnsip puna lain yang elemen pembentuknya dalam keseimbangan, yakni yang tak termenifestasi.
Bhagawadgita memperlihatkan bagaimana mereka menjauhi pantangan, kesenangan, menyendiri mengatur pernafasan, memusatkan pikir mencapai keseimbangan, mencapai pengertian hidup yang sempurna melalui simpati, cinta itulah teladan Budha dalam mencari Tuhan. Jalan tindakan Gita memiliki tujuan meluruskan hati Arjuna yang sedang risau karna perintah berperang dari sang Guru. Gita adalah amanat untuk bertindak  dan menyelamatkan hidup dari belenggu jiwa yang didasarkan dari kedunguan, kebodohan dan ketidak tahuan.
Manusia dan hewan adalah sama, satu yang membedakannya adalah akal fikiran. Dharma setra, adalah medan perang bagi perjuangan moral dihati manusia, disanalah Tuhan sebagai pelindung dharma. Di dunia ada banyak elemen ketidak sempurnaan, kejahatan dan irasionalitas. Hukum kehidupan diatur oleh kematian anya, inilah aspek penglihatan yang dilihat Arjuna di medan perang.
Perang merupakan penghukuman dan sekaligus penyucian dosa bagi umat manusia Ia adalah hakim sekaligus penebus dosa, Ia penghancur sekaligus pencipta Ia adalah Syiwa dan Wisnu. Ketika genderang perang Bharata Yudha Arjuna sedih karena penyadarannya tentang perang yang berarti seluruh tatanan hidup, cita-cita bangsa dan bakti yang selama ini dihayati terpaksa ditinggalkan. Dan dam perang itu ia harus memusnahkan musuh-musuh yang tak lain adalah orang-orang yang terkasih dan dihormatinya.
Kebahagiaan apa yang didapatan dari kemenangan perang itu, membunuh orang-orang berdosa adalah dosa. Kendatipun pemilik jiwa-jiwa pendosa iu dibunuh apakah jiwa-jiwanya akan mati, jiwa-jiwa itu dengan rasa loba dibutakan nafsu membuat tradisi social dihancurkan lalu kemudian kehancuran tradisi social itu sebagai kehendak dalam perang akan membebaskan jiwa-jiwa itu dari kekacauan? Itulah kesedihan Arjuna, yang merupakan dramatisasi persoalan pelik dihadapan kehidupan sepiritual yang tinggi, rasa kacewa terhadap gemerlap dunia tapi masih menginginkan ilusi itu. Ia harus melawan sikap mementingkan diri sendiri ketika Arjuna tergoda untuk meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya maka Krishna dalam diri terdalamnya, antara ia dengan Tuhan tidak lagi membutuhkan perantara, Tuhan bertemu Arjuna dalam dialog yang terus menerus.
Dalam keadaan kegersangan, kesedihan dan kebingungan akan tindakan maka arjuna mencari penerangan dan bimbingan dari gurunya. Arjuna adalah manusia bertindak, ia meminta prinsip dan hukum tindakan untuk dharmanya, ia menyadari kelemahan dan kebodohan serta mencari kehendak Tuhan. Kesadaran, integral dan komprehensif mendamaikan jiwa Arjuna, suara Illahi Krishna bahwa Tuhan yang maha mengerti kesedihan dan penderitaan manusia.
Manusia bijak tidak akan menangisi mereka yang mati atau mereka yang hidup. Tak pernah ada aku , atau engkau, atau para raja, tiada bahkan setelah kita mati. Tubuh tak berarti, perwujudan jiwa bersifat abadi. Tak ada kewajiban yang mengharuskan untuk merasa senang dengan kesuksesan atau bersedih dengan kegagalan, kesadaran ego yang merasakan gembira atau bersedih. Ketika pikiran terbebas dari  hasrat maka ketenangan  dan kesadaran menerima apapun yang terjadi dengan hati lapang.
Tubuh jasmaniah dibungkus dengan jiwa (yang abadi) jiwa tak dapat dimusnahkan. Yang abadi yang terbelenggu berpindah dari satu raga ke raga yang lain, ketika perang membuat fisik terbebas melepaskan jiwa, jiwa tetap hidup, ia tak bias dilukai ataupun dihancurkan. Kesedihan Arjuna tidak beralasan karena dunia dan hidup berputar, yang hidup akan mati dan yang mati pasti terlahir kembali.
Nasihat-nasihat Krishna berangkat dari kesedihan Arjuna yang hendak  menolak perang karena perasaan sentimental, tindakan perang baginya membunuh saudarnya sendiri. Lemah jiwa berasal dari rasa belas kasih yang sentimental. penolakan rasa ini penyadaran langkah  sendiri menuju penalaran kesempurnaan jiwa yang hidup. Arjuna harus menyadari akan kelemahan dan kebodohan diri dalam melaksanakan kehendak Tuhan.
Suara Ilahi Krishna dalam Arjuna mengatakan, janganlah bersedih menangisi yang sebenarnya tidak pernah ada, tubuh yang membungkus jiwanya sendiri yang sebenarnya sendirinya tak pernah ada, seumpama Sang Begawan berkata ; manusia  bijak tidaklah menangisi  mereka yang mati ataupun mereka yang hidup.

Kesimpulan

Tuhan mencipta manusia dengan kuasanya sendiri, kesucian (brahmisthiti) yang dimiliki Arjuna yang dapat melihat wajah Tuhan. Diri (Brahman) yang cukup dengan diri, dan puas dengan diri maka ia tak lagi memerlukan ikatan kerja.Cinta dan kebencian pada suatu keinginan terletak pada obyek keinginan itu sendiri, dan keduanya adalah penghalang.
Avatara (titisan) yang illahi menyingkapkan kondisi mengada pada diri manusia yang harus dicapai, ia mempunyi sejumlah fungsi dalam proses kosmik  yang menunjukan kehidupan spiritual dan kehidupan di dunia tak sempurna yang dikendalikan oleh keinginan daging dan kejahatan dan tugas kita yang harus menyempurnakan jiwa.
Tahapan  purna dalam pandangan hidup Hindu,  disebut samnyasa, yakni meninggalkan tahap ritual upacara dan tanggungjawab social. Tahapan-tahapan ini mengendalikan nafsu yang mengusai jiwa, hingga mencapai kebijaksanaan, ia mampu melepaskan diri dari rasa sedih dan senang.
Jiwa Arjuna yang risau memerlukan bimbingan sang guru, dan itulah hakikat ajaran Hindu tentang kebjaksanaan, penguasaan jiwa terhadap diri. Jiwa yang terbebas  dari belenggu itulah sebenarnya ajaran Hindu, jiwa akan tetap hidup, terlepas apakah ia baik atau jahat, ia hanya memerlukan tubuh untk menetapkan dirinya dalam wujud yang lain.
Bhagawadgita tentang ajaran kebijaksaan yang sepatutnya menjadi penyucian jiwa, ungkapan-ungkapan bahasa yang indah menghantarakan ajarannya yang suci mudah dipahami selayaknya kitab-kitab ajaran kehidupan.  Pesan-pesan yang tertuang merupakan transcendent jiwa ilahi yang terpancar dalam Krishna yang merupakan jiwa Arjuna.

Minggu, 10 Juli 2011

TIADA DALAM TIADA

Tuhan,,,,,,,,,
Tiada ku di dalam ketiadaanku
Aku tidak pernah menyadari jika  realita sebenarnya tak pernah ada
Lelapku di pelukan dosa dan do’a
Adakah dua arah berlawanan bersatu dalam genggaman….??

Tuhan…….
Pernah kubertanya dalam airmata kemunafikan
Kuangkat dua tangan setinggi puncak Himalaya
Dengan khusu di malam penuh  khidmat
Tiada kusadari do’aku bercampur dosa-dosa laknat
Mungkin Kau tertawa, menertawakanku
Ah……… tidak!!
Tidak!!!
Tentu saja tidak begitu
Kau…… membelaiku dalam hening ketiadaan
Menatapku dalam kebodohanku

Tuhan….
Aku berharap, berharap sejauh lautan kupandangi di senja itu
Di perbatasan kota, dimana aku pergi kesana
Menjumpai cintaku, cinta sejatiku……..
Tuhan, sebuah Tanya hendak kulayangkan dalam pesan singkat malam itu
Adakah cinta sejati membodohi cinta….???
Adakah cinta sejati melukakan hati sebuah cinta……??
Adakah cinta sejati bersembunyi dibalik keranda mayat sang pencinta…….??

Tuhan ,
Aku ingin bertanya kepadaMu
Tapi sungguh
Itu tiada pantas kulakukan
Karena sadarku akan diri
Yang berada dalam
tiada dan tiada


<photo id=1></photo>
<photo id=1></photo>

Jumat, 04 Februari 2011

8 Hal Pantang Dilakukan Saat Memergoki Perselingkuhan


Sabtu, 8 Agustus 2009 | 10:21 WIB

shutterstock
Jangan membuat tontonan masyarakat seandainya Anda menangkap basah si dia sedang bersama wanita lain. Tunggu penjelasan, jadilah orang yang bijak untuk melindungi diri sendiri.
KOMPAS.com — Menangkap basah kekasih yang sedang bermesraan dengan perempuan lain memang bikin panas hati dan kepala. Namun, meski kekesalan sudah memuncak, ada sejumlah hal yang sebaiknya dihindari.
1. Menjadi drama queen
Gara-gara kebanyakan nonton reality show, boleh jadi Anda kepikiran untuk menumpahkan minuman ke wajah si dia, membanting gelasnya ke dinding, lantas menangis tersedu-sedu sambil memaki si dia di hadapan orang banyak. Jika itu yang kemungkinan terjadi, maka sedari sekarang belajarlah mengendalikan diri Anda. Reaksi yang kelewat dramatis seperti itu malah bisa berbalik merugikan diri sendiri. Jika peristiwa ini terjadi di dalam restoran atau tempat umum lainnya, coba pikir siapa yang kira-kira bakal “ditendang” keluar oleh petugas keamanan?
2. Memukul kekasih
Menampar si dia keras-keras sampai bekas telapak tangan Anda terlukis di pipinya memang bisa mendatangkan kepuasan sesaat karena Anda berhasil melampiaskan kekesalan. Tetapi tunggu dulu, rasa puas itu bisa berbalik menjadi rasa malu berkepanjangan bila ternyata Anda salah tangkap. Risikonya malah bisa jadi lebih besar apabila kekasih secara refleks membalas tamparan Anda dengan kekerasan fisik pula, apalagi bila Anda kebetulan punya pacar seorang atlet karate atau petinju. Aduh....
3. Menyerang selingkuhannya
Hindari berbuat kasar atau mencaci maki perempuan yang diduga selingkuhannya. Bisa saja dia adalah korban dari kebohongan si kekasih. Siapa yang tahu jika kekasih Andalah yang berbohong dengan mengaku tidak punya pacar? Jadi, dalam hal ini, kekasih Andalah yang semestinya ditegur, bukan perempuan itu. Lagipula, yang mengkhianati Anda adalah kekasih. Jadi, buat apa melemparkan kesalahan pada perempuan lain? It takes two to tango, ladies.
4. Membalas dendam
Hati boleh panas melihat kekasih bermesraan dengan perempuan lain. Tapi, berpikir untuk membalas dendam kepadanya ketika pikiran Anda sedang kalut? Jangan sampai terjadi, deh. Mentang-mentang kesal, bukan berarti Anda boleh menerima begitu saja ajakan pria yang baru saja Anda kenal untuk berkencan semalam suntuk. Di saat-saat sulit seperti ini, malah ada baiknya Anda menghindar selama beberapa waktu dari pria. Tunggu sampai pikiran Anda jernih sebelum mulai berkencan lagi.
5. Self destruction
Pengalaman buruk yang membuat Anda terpukul sering kali menjadi alasan seseorang berbuat nekat. Mulai dari kebut-kebutan di jalan tol, menenggak obat-obatan terlarang, sampai percobaan untuk menamatkan hidup sendiri. Sesakit apa pun hati Anda saat ini, tidak sepantasnya Anda membalas perlakuan kekasih dengan mencederai diri sendiri. Coba lihat diri Anda di cermin. Masa sih, Anda tega mencederai diri Anda yang cantik itu? Lagi pula semua itu tidak akan mampu mengobati luka hati dan pastinya juga tak mungkin bisa membantu Anda melarikan diri dari kenyataan. Bersikaplah lebih tegar, dan tunjukkan pada dunia bahwa Anda bisa mengatasi kepedihan itu.
6. Menipu diri sendiri
Ada perbedaan besar antara berbaik sangka dan membohongi diri. Jika Anda melihat si dia sedang bermesraan dengan perempuan lain, tak perlu menetralisasi suasana hati dengan menganggap perselingkuhan itu tak pernah terjadi. Atau, meyakinkan diri sendiri bahwa perempuan itu adalah sahabat atau saudara si dia yang belum Anda kenal. Please, deh, sebagai perempuan dewasa, Anda tahu, kan batas-batas kontak fisik yang boleh dilakukan antarsahabat dengan tindakan mesra yang hanya pantas dilakukan dengan orang terkasih? Rekam baik-baik peristiwa yang Anda saksikan itu bila nanti si dia “melobi” Anda untuk menerimanya kembali.
7. Membuat kerusakan
Melihat si dia sedang merayu perempuan lain, selain membuat hati mendidih, juga bisa membikin tanah yang Anda pijak terasa panas. Memang ada baiknya ambil langkah seribu dari tempat tersebut dan mendinginkan pikiran Anda yang sedang kalut. Tetapi, sembari pergi, jangan tergoda membuat kerusakan sebagai upaya melampiaskan kekesalan. Misal, melempar batu ke arahnya, membaret mobilnya dengan tutup botol, atau mengempiskan ban motornya. Itu sudah tergolong tindak kriminal yang hanya menunjukkan bahwa Anda belum mampu berpikir secara dewasa.
8. Membahayakan diri sendiri 
Masih segar dalam ingatan, kasus Cici Paramida yang memergoki suaminya sedang berduaan dengan perempuan lain di dalam mobil. Saat itu, Cici berusaha menghalangi mobil melaju dengan cara memasang tubuhnya di depan kendaraan tersebut. Sayangnya, bukan penjelasan yang didapatkan, tubuh Cici malah babak belur gara-gara diserempet mobil. Belajar dari kejadian tersebut, meski pikiran sedang kalut, hendaknya Anda tidak melakukan hal-hal yang berisiko membahayakan diri sendiri dengan tujuan menangkap basah perselingkuhan kekasih. 

(Nayu Novita)

Pria Ternyata Lebih Romantis daripada Wanita


Rabu, 19 Januari 2011 | 09:22 WIB

IMDB
Pria lebih cenderung mengungkapkan perasaannya melalui perbuatan.
KOMPAS.com - Dalam film No Strings Attachedyang dibintangi Ashton Kutcher dan Natalie Portman, dikisahkan bagaimana tokoh Adam muncul di kantor kekasihnya, Emma, dengan membawa balon. Hal ini ternyata membuat berang Emma, karena menganggap Adam melanggar perjanjian bahwa mereka tidak akan memperlihatkan hubungan mereka di depan orang lain.
Hal ini ternyata bukan sekadar menjadi adegan khas komedi situasi. Dr Terry Orbuch, psikolog sosial yang telah memelajari 373 pasangan menikah selama 24 tahun, mengatakan bahwa kejadian tersebut didasari fakta bahwa pria lebih romantis daripada wanita.

Ketika mewawancarai pasangan-pasangan tersebut, Orbuch mendapati bahwa para suami cenderung menggambarkan istri mereka dalam istilah-istilah romantis tradisional, sedangkan para istri berbicara lebih praktis mengenai hubungan mereka.
“Waktu kami meminta para suami untuk menceritakan bagaimana awal pertemuan mereka dengan istri-istri mereka, kisah mereka lebih dibumbui secara romantis," kata Orbuch, yang memaparkan hasil penelitiannya dalam buku 5 Simple Steps to Take Your Marriage from Good to Great. "Mereka bercerita bagaimana mereka terpesona, jatuh cinta luar biasa; dan mereka menggunakan istilah-istilah seperti 'belahan jiwa' dan 'cinta pada pandangan pertama'. Bertentangan dengan hal tersebut, perempuan bercerita bagaimana mereka berhati-hati pada pasangannya ketika pertama kali berhubungan, dan menjaga agar mereka tidak terburu-buru mendekatkan diri."
Pernyataan cinta juga muncul dalam sikap. Meskipun sikap romantis ini berbeda-beda antara pasangan satu dan yang lainnya, namun menurut Orbuch pria cenderung menjunjung tinggi keyakinan dalam dongeng seperti "bahagia selamanya" daripada wanita.
Hasil penelitian ini rupanya sejalan dengan hasil survei terhadap 21.000 pria dan wanita yang dilakukan situs Queendom. Saat merespons pertanyaan soal cinta, pria lebih romantis dalam menggambarkannya, dengan menggunakan ekspresi yang cenderung dihindari kaum perempuan seperti "takdir" atau "cinta menaklukkan segalanya". Hal ini cukup mengejutkan, karena, "Kebanyakan pria cenderung dinilai tidak romantis. Namun Anda harus memahami mengapa bisa begitu, untuk menghargai mereka," tutur pemimpin studi, Ilona Jerabek, PhD.

Bahwa pria tidak romantis, sedikit banyak hal ini dipengaruhi oleh tradisi. Pujian tergolong sulit mereka dapat, dan pembicaraan mengenai perasaan hati yang terdalam juga tidak biasa dilakukan. “Pria tidak mendapatkan afirmasi dari teman-teman dan keluarga dalam jumlah yang sama dengan yang didapat wanita," jelas Orbuch. "Mereka bergantung pada feedback positif yang mereka dapat dalam relasi dengan pasangan untuk kesejahteraan mental mereka secara keseluruhan."
Sebuah studi dari profesor Wake Forest Psychology bahkan mengatakan bahwa kaum pria mereka lebih bugar saat berada dalam hubungan. Hal ini bisa menjelaskan mengapa mereka cenderung memuji pasangan mereka sebagai belahan jiwa, sebab kebutuhan emosional dan fisik yang sulit mereka dapat akhirnya terpenuhi.
Teori lain juga muncul, berkaitan mengenai kepercayaan pria pada cinta pandangan pertama dan cepat jatuh cinta. Hal ini dikarenakan otak mereka mampu bereaksi lebih cepat terhadap isyarat-isyarat visual tertentu. Dalam scanning MRI, terlihat bahwa area otak yang mengontrol emosi pada wanita cenderung kurang aktif, ketika diperlihatkan isyarat visual yang sama. Dengan kata lain, ketika melihat sesuatu yang mereka sukai, wanita menanggapinya dengan sikap kehati-hatian. 

Nah, lalu, jika pria memang begitu romantis, mengapa mereka mendapatkan reaksi yang sebaliknya? Menurut para peneliti, hal ini lebih disebabkan salah pengertian. "Perempuan lebih bereaksi terhadap kata-kata, sehingga mereka ingin pasangannya menyatakan perasaannya berulangkali," kata Orbuch. "Sedangkan pria bereaksi terhadap perilaku, sehingga mereka cenderung menunjukkan perasaan melalui perilaku. Akibatnya, ya, enggak nyambung."
Untuk mengantisipasi hal ini, Orbuch menyarankan para pasangan untuk memahami batasan-batasan dan kebutuhan gender mereka. Perempuan bisa bilang "I love you", tapi pria lebih suka mengekspresikan ketiga kata tersebut dengan menjemput pasangannya dari kantor, atau menemani belanja. Kalau sudah begini, kan tidak ada lagi yang sakit hati karena merasa tidak diperhatikan.
Sumber : Shine





Rabu, 02 Februari 2011


Bugar

Bagaimana Cara Menangis yang Sehat?

Jumat, 17 Desember 2010 | 13:07 WIB
SHUTTERSTOCK
Akan lebih baik hasilnya untuk kelegaan Anda jika saat menangis, Anda memiliki orang yang mengerti.

KOMPAS.com — Selama ini seakan ada aturan tak tertulis yang mengatakan bahwa pria ataupun wanita dewasa tidak boleh menangis. Seakan ada penilaian bahwa menangis itu untuk orang yang lemah, tidak tahan banting, dan lainnya. Nyatanya, para psikolog dan peneliti justru mengatakan, menangis itu perlu. 

Sebuah studi yang menganalisis artikel-artikel penelitian yang pernah berlangsung sejak 140 tahun lalu mengenai tangisan menyimpulkan, tangisan adalah cara yang baik untuk mengeluarkan rasa sakit yang terpendam. Sebuah sampel dari 30 negara terhadap pria ataupun wanita menghasilkan kesimpulan bahwa manusia merasa jauh lebih lega setelah ia menangis. Bahkan sekitar 70 persen terapis mengatakan, mereka percaya bahwa menangis adalah hal yang bagus untuk pasien mereka. 

Keuntungan yang terutama dari menangis adalah kemampuannya untuk membantu membersihkan perasaan lewat kelegaan emosional. Saat kita menangis, terjadi kelepasan ketegangan, kesedihan, dan emosi-emosi negatif lainnya yang menyebabkan rasa sakit dalam dada. Dalam banyak hal, menangis menjadi keran yang aman untuk mengizinkan Anda mengeluarkan emosi yang telah terpendam lama di dalam Anda.

Memang masih sulit bagi para peneliti untuk mengetahui bagaimana tangisan bekerja untuk tubuh kita. Sebab, jika tangisan terjadi akibat sebuah setting laboratorium, misalnya, meminta responden menonton film sedih, banyak responden yang mengutarakan bahwa mereka justru merasa lebih parah dari perasaan sebelum menonton film.

Di lain pihak, banyak orang yang mengatakan bahwa tangisan yang melegakan membuat kita merasa lebih enak. Satu studi yang meninjau lebih dari 3.000 laporan detail mengenai aktivitas tangisan menemukan bahwa kebanyakan orang mengalami peningkatan mood baik seusai menangis. Studi terhadap 196 wanita di Belanda mengatakan, 9 dari 10 responden merasa lebih nyaman seusai menangis. 

Menariknya, seorang peneliti di Israel mencari tahu aspek evolusi dari menangis. Ia berspekulasi, menangis merupakan sebuah cara untuk mengomunikasikan kelemahan diri kepada orang lain karena air mata saat menangis membuyarkan pandangan dan membuat diri tanpa pertahanan. Orang yang peduli dan ada pada saat Anda sedang menangis bisa mendekatkan emosi di antara Anda dan dia. 

Cara mendapatkan tangisan yang sehat:

Para peneliti menemukan bahwa untuk membuat tangisan memiliki dampak yang menyehatkan bagi kesehatan emosional, dibutuhkan kondisi tertentu, antara lain: 
* Anda harus memiliki orang untuk bersandar dan berkeluh kesah. Orang yang mendapatkan dukungan saat menangis dilaporkan memiliki pembersihan emosi yang lebih baik ketimbang mereka yang menangis sendiri. Cobalah cari teman atau orang terkasih yang bisa berempati terhadap masalah yang Anda alami.
* Setelah menangis, alangkah lebih baik jika Anda berhasil menemukan solusi dari permasalahannya. Kita akan merasa lebih baik ketika kita menangisi sebuah masalah yang sudah ada solusinya. Jika Anda menangis sebelum Anda menghadapi situasi yang membuat Anda ingin menangis, Anda cenderung sulit meraih hasil dari menangis itu atau malah membuat diri Anda merasa lebih parah.
* Anda perlu memastikan bahwa Anda menangis di tempat yang tepat. Mereka yang merasa malu saat menangis, berdasarkan laporan, tidak merasakan kebersihan emosi ataupun peningkatan mood. Jika Anda merasa malu menangis di tempat umum atau di depan beberapa orang, sebaiknya Anda tahan tangis itu, pergi ke tempat yang lebih aman, misalnya, toilet.
* Tangisan juga tak akan memberikan kelegaan jika Anda memiliki masalah kejiwaan, seperti depresi atau kekhawatiran yang berlebihan. Jika Anda menemukan bahwa Anda merasa lebih parah seusai menangis, sebaiknya temui dokter atau terapis untuk melihat apakah Anda memang memiliki masalah psikis.

Air Mata Wanita Padamkan Gairah Pria






Kompas.com - 
Menangis memang bisa mendatangkan empati dan kesedihan, tapi bagi pria air mata yang menetes dari mata wanita bisa menimbulkan dampak lain, menurunnya gairah bercinta. Hal ini terjadi karena menurut studi terbaru air mata kaum wanita mengandung zat kimia tertentu.
Meski tidak berbau, namun sebenarnya zat kimia dalam air mata tersebut mengirimkan sinyal tertentu yang bisa membuat kadar testosteron pria berkurang sementara. Akibatnya seorang pria akan kehilangan gairah untuk bercinta. Demikian penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science.
Walau riset ini hanya dilakukan pada sejumlah kecil responden, namun terungkap bahwa air mata memengerahui kadar testosteron pada pria, respon kulit, gambaran otak dan deskripsi pria pada gairah mereka. Peneliti membandingkan efek air mata wanita dengan larutan garam yang diteteskan ke pipi wanita.
"Sinyal kimia termasuk dalam bentuk bahasa. Pada dasarnya kami menemukan bahwa air mata perempuan mengirimkan sinyal kata 'tidak' atau 'tidak sekarang'," papar Dr.Noam Sobel, profesor neurobiologi dari Weizmann Institute, Israel.
Sebenarnya, lanjut Sobel, hal ini tidak hanya berlaku pada air mata perempuan saja, namun dalam riset ini ia memang memfokuskan pada perempuan karena kaum hawa ini memang lebih mudah menangis. "Cukup sulit mencari responden pria yang gampang menangis," katanya.
Air mata yang dimaksud oleh peneliti adalah air mata emosional. "Kandungan kimianya berbeda dengan air mata yang keluar karena mata kelilipan misalnya," katanya.
Pada tikus, air mata yang dikeluarkannya mengandung feromon, molekul tidak berbau yang memicu insting alamiah. Penasaran dengan hal tersebut, Sobel dan timnya melakukan riset untuk mengetahui apakah air mata manusia juga mengandung zat kimia tertentu.
Dalam risetnya ia mengumpulkan air mata dari para partisipan studi yang diminta menonton film sedih. Sebagai perbandingan, para peneliti meneteskan larutan garam pada pipi partisipan lalu mengumpulkannya dalam tabung kecil.
Kemudian para pria diminta mencium kedua jenis air tersebut tanpa mengetahui perbedaannya. Para pria ini lalu diminta menilai foto-foto perempuan. Ternyata, setelah mencium air mata, mereka merasa tidak begitu tertarik dengan wanita yang ada di foto.
Selain menguji lewat foto, para pria itu juga diukur kadar testosteronnya dengan memeriksa air liur mereka. Terakhir adalah melihat aktivitas otak melalui pemindaian otak lewat MRI, setelah mencium air mata dan setelah mencium larutan garam.
Dr.Esen Akpek dari Johns Hopkins University's mengatakan hasil penelitian ini masuk akal karena kelenjar yang mengeluarkan air mata juga mengandung hormon seks. "Hubungannya lebih jelas terlihat ketika mata kering, kondisi yang biasa dialami perempuan di masa pasca menopause," katanya.
Sobel juga menjelaskan bahwa air mata bisa berdampak pada berkurangnya agresi. "Sinyal yang dikirimkan bisa diterjemahkan sebagai 'sekarang bukan waktu yang tepat', " katanya.